Dalam Negeri
pakar : Mendiknas perlu keluarkan regulasi UN
UN, lanjut Suwignyo, tidak lagi sebagai momok menakutkan dan ajang kebijakan yang mengintervensi tingkat kelulusan siswa. "Pemerintah harus memberikan acuan (regulasi surat edaran misalnya, red) dan dan di tingkat lapangan dinas sekolah yang menentukan standar kelulusan yang juga mendasarkan kepada prestasi siswa, seperti prestasi yang dilihat dari minat bakat siswa," katanya. Suwignyo juga mempertanyakan soal UN yang akan digunakan sebagai pintu masuk ke perguruan tinggi sebagai pengganti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN).
PMII : Aksi 9 Desember murni milik rakyat
Jakarta (ANTARA News) - Sekjen Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Zaini Shofari menyatakan, aksi massa untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember adalah milik rakyat, bukan milik komunitas tertentu. "Itu adalah milik semua masyarakat yang gandrung akan perubahan," tegasnya di Jakarta, Selasa. Dia mengingatkan, gerakan yang terjadi di seluruh Indonesia itu tidak berhak diklaim oleh kalangan tertentu. "Juga kami perlu tegaskan, pemerintah harus memberi kebebasan, termasuk mengajarkan komunikasi dengan empati tentang hal-hal yang berkembang menyongsong aksi tersebut, sehingga tidak menimbulkan persepsi bermacam-macam," katanya.
Dinas Perhubungan siapkan angkutan Natal
Begitu seluruh tanggal 18 Desember, seluruh petugas dari Dishub stand by di seluruh posko untuk membuat memantau arus mudik maupun kedatangan dari dan keluar Manado. Kedatangan juga diantisipasi katanya, karena biasanya warga dari Minahasa akan turun untuk berbelanja di waktu seperti itu, karena itu Dishub juga menyiapkan antisipasi untuk arus kedatangan warga jika sampai berlebihan. Langkah yang akan ditempuh oleh Dishub untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang akan terjadi menjelang Natal adalah dengan mengalihkan kendaraan yang ada di terminal Paal Dua dan Malalayang agar bisa mengangkut semua penumpang.
HMI : 27 ribu massa siap beraksi
"Mereka itu tergabung dalam 47 elemen yang bersedia berada bersama-sama Gerakan Indonesia Bersih (GIB)," katanya kepada ANTARA, di Jakarta, Selasa. Ia juga mengingatkan pihak-pihak tertentu yang mengkhawatirkan aksi damai ini, agar tidak perlu `paranoid` (khawatir berlebihan). "Ini massa yang tergabung dalam GIB akan melakukan aksi damai, tidak diarahkan pada tindakan lain-lain di luar itu," tegasnya. Ia juga mengungkapkan, jika ada massa aksi yang anarkis, itu bukan dari GIB. "Iya `dong, massa GIB tidak seperti itu," katanya lagi.
Golongan KAYA berobat ke negara tetangga
Padang (ANTARA News) - Ketua Dewan Penasehat Persatuan Pemilik Rumah Sakit Swasta Nasional (Persana), Dr. Rizal Sini menyatakan orang kaya Indonesia banyak yang memilih berobat ke Singapura dan Malaysia. Hal itu disampaikan pemilik RSU Bunda Margonda dan RSU BMC Padang, Rizal Sini pada Workshop Tiga Pilar UU terkait Kegiatan RS dan Berbagi Pengalaman Rumah Sakit Dalam Menghadapi Bencana digelar Persatuan Pemilik Rumah Sakit Swasta Nasional (Persana) di Padang, Senin. Rizal mencontohkan, keponakannya pensiunan pagawai BI yang mendapatkan penyakit liver sehingga dilarikan ke rumah sakit di Singapura.
Aktivis persoalkan riwayat pendidikan Idrus Arham
Jakarta, (ANTARA News) - Kontroversi tampilnya Idrus Marham selaku Ketua Pansus Angket Kasus Megaskandal Bank Century kini memasuki babak baru, ketika para aktivis mempersoalkan riwayat pendidikan yang bersangkutan, karena ada beberapa kejanggalan. "Saya menerima dari beberapa aktivis yang minta untuk itu diklarifikasikan kebenarannya, karena dari data yang ada, Idrus itu seolah mulai masuk SD pada usia empat tahun, sesuatu yang tentu di luar kewajaran di republik ini," kata politisi senior Partai Golkar, Zainal Bintang, di Jakarta, Selasa. Mengutip beberapa rekannya sesama aktivis dan politisi, ia lalu menuturkan catatan-catatan janggal dalam `curriculum vitae` (CV) Idrus Marham. "Dalam CV-nya, seperti disiarkan Koran `Rakyat Merdeka edisi Minggu (6/12) kemarin, Idrus disebutkan lahir pada tanggal 14 Agustus 1962," ujarnya. Kemudian, lanjut Zainal Bintang, yang bersangkutan lulus S-1 di IAIN Walisongo, Semarang, pada tahun 1983.
Dalam Negeri
- pakar : Mendiknas perlu keluarkan regulasi UN
- PMII : Aksi 9 Desember murni milik rakyat
- Dinas Perhubungan siapkan angkutan Natal
- HMI : 27 ribu massa siap beraksi
- Golongan KAYA berobat ke negara tetangga
- Aktivis persoalkan riwayat pendidikan Idrus Arham
